JAKARTA, KONSEPNEWS – Band legendaris asal Inggris, Suede, menegaskan identitas mereka sebagai “anti-nostalgia band”. Frontman Brett Anderson menyebut grup yang terbentuk pada 1989 itu berbeda dari band lain seangkatan karena tetap fokus pada karya baru, bukan hanya kejayaan masa lalu.
“Kami adalah anti-nostalgia band. Itu cara saya membedakan Suede dari rekan-rekan kami. Momentum kreatif kami selalu tentang apa yang kami lakukan sekarang dan yang akan datang,” kata Anderson kepada The Sun.
Meski begitu, penyanyi berusia 57 tahun itu menegaskan tak menolak masa lalu. Saat tampil di festival, Suede tetap menyajikan hits dari era 1990-an, di samping materi baru dari album teranyar mereka, Antidepressants.
“Masih ada momen luar biasa ketika kami memainkan lagu-lagu lama, tapi bagi kami tetap tentang masa depan. Kami masih berevolusi,” ujarnya.
Anderson berharap Suede dapat terus menghadirkan musik yang menantang. Baginya, inspirasi terbesar kini datang dari keluarga dan pengalaman pribadi. “Saya lebih suka menulis tentang emosi manusia sederhana seperti cinta, kehilangan, rasa sakit, dan hasrat. Keluarga saya menjadi generator lagu bagi saya,” katanya.
Suede, yang kini digawangi Brett Anderson, Mat Osman, Simon Gilbert, Richard Oakes, dan Neil Codling, masih menjaga kekompakan meski hubungan antarpersonel telah berubah menjadi lebih profesional seiring waktu.
“Kami sudah bersama begitu lama, punya banyak lelucon internal yang hanya kami mengerti. Itu bagian dari ikatan kami,” tambah Anderson. ***






