TANGSEL, KONSEPNEWS – Transformasi digital di sektor transportasi kembali diwujudkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui aplikasi Sioptimus Kota Tangsel. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan operasional bus sekolah, tetapi juga meningkatkan rasa aman bagi para orang tua yang dapat memantau perjalanan anak mereka secara real time.
Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang Dishub Tangsel, Galang Andhika, mengungkapkan bahwa Sioptimus dirancang untuk memaksimalkan layanan bus sekolah gratis. Dengan sistem berbasis android, aplikasi ini menghadirkan informasi lengkap mulai dari jadwal, rute, lokasi bus, hingga pusat bantuan yang bisa diakses langsung dari ponsel.
“Masyarakat cukup mengunduh aplikasi, registrasi, dan setelah diverifikasi akan mendapat username serta password. Dari situ, orang tua bisa memantau posisi bus via GPS, melihat estimasi kedatangan, bahkan mengakses menu kepuasan pelanggan,” jelas Galang.
Hingga kini, Dishub Tangsel mencatat ada 10 armada bus sekolah, dengan lima di antaranya sudah terkoneksi dalam aplikasi. Pemkot memastikan integrasi akan terus diperluas agar semua armada bisa dipantau dengan lebih efektif.
Menariknya, dampak penggunaan aplikasi ini terlihat signifikan. Jumlah penumpang bus sekolah gratis meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun 2024. Lonjakan ini menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap layanan transportasi pelajar yang lebih aman dan efisien.
Tidak hanya terbatas pada bus sekolah milik pemerintah, aplikasi Sioptimus juga memungkinkan kendaraan jemputan sekolah untuk diintegrasikan. Dengan menambahkan perangkat mdvr, GPS, dan CCTV, kendaraan tersebut bisa ikut dipantau, sehingga keamanan anak semakin terjamin.
Inovasi ini sekaligus mendukung misi Pemkot Tangsel dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang modern dan berkeselamatan. Penggunaan teknologi digital di sektor layanan pelajar menjadi langkah maju untuk menciptakan kota yang lebih cerdas dan ramah bagi warganya.
Dengan Sioptimus, Pemkot Tangsel berharap ke depan semakin banyak siswa yang beralih ke transportasi aman dan gratis ini. Pada akhirnya, layanan tersebut diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi sekaligus menekan kemacetan di wilayah perkotaan. san/*





