JAKARTA, KONSEPNEWS – Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan meminta pemerintah khususnya Pemprov DKI untuk menyiapkan panggung demokrasi. Tujuannya agar meminimalisir terjadinya kemacetan di jalan dan perusakan fasilitas umum.
Ia menjelaskan, panggung tersebut nantinya dijadikan sebagai ajang bagi pihak-pihak tertentu yang akan menggelar aksi unjuk rasa atau menyampaikan aspirasi.
Dilokasi tersebut juga dihadirkan pihak-pihak terkait yang disebut oleh kelompok yang sedang menggelar unras.
“Sehingga, unras atau penyampaian aspirasi sebagai bentuk demokrasi yang diatur dalam ketentuan yang berlaku berjalan tanpa mengganggu aktifitas dan produktifitas masyarakat lainnya,” kata Edison dalam siaran persnya, Kamis (16/10/25).
“Peristiwa kerusuhan baru-baru ini hendaknya menjadi momentum yang harus segera direspon untuk menyiapkan ‘panggung demokrasi’,” sambungnya.
Wartawan senior itu menyebut, aksi unjuk rasa sebagai salah satu upaya untuk menyampaikan aspirasi di depan umum, telah memicu peristiwa kerusuhan yang merugikan semua pihak.
“Rusaknya berbagai sarana prasarana lalu lintas maupun layanan publik telah memberikan dampak buruk serta memicu rasa tidak nyaman dan aman bagi masyarakat,” kata Edison .
Ketua ITW mengingatkan semua pihak agar peristiwa yang terjadi belakangan ini menjadi momentum untuk mewujudkan demokrasi yang aman dan damai. Serta demokrasi yang tidak menggangu aktifitas dan produktifitas masyarakat.
Pengamat lalu lintas itu mengingatkan kepada pemerintah agar segera mewujudkan pembuatan ‘panggung demokrasi’. Selain untuk mencegah atau meminimalisir potensi terjadinya aksi kerusuhan saat menggelar unras, juga bentuk nyata dari pemerintah konsisten menjaga demokrasi yang nyaman dan damai bisa berlangsung di negeri ini.
Ketua ITW optimis, unras dan proses menyampaikan pendapat sebagai bagian dari demokrasi bisa berjalan dengan kondusif, bila pemerintah serius.
“Semua pihak ingin melihat aksi dalam bentuk unras tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujarnya.
“Masyarakat sudah terlalu lama berada dalam rasa kekhawatiran setiap aksi unras berlangsung. Ditambah dengan dampak kemacetan lalu lintas yang meresahkan,” pungkasnya. Zan





