JAKARTA, KONSEPNEWS – Tiga figur perempuan berpengaruh di industri hiburan Indonesia, Yatti Surachman, Ratna Listy, dan Nina Nugroho, resmi ditunjuk sebagai panitia pelaksana kegiatan tahunan Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia bertajuk “Diskusi Riang Gembira Perempuan Hebat di Industri Musik dan Film Indonesia.” Acara yang digelar untuk memperingati Hari Ibu ini akan berlangsung pada 18 Desember 2025 dengan format baru yang lebih segar dan inspiratif.
Penunjukan tiga selebritas senior ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum FORWAN Indonesia, Sutrisno Buyil, dalam keterangan resminya. Ia menyebut pemilihan Yatti Surachman sebagai ketua panitia, Ratna Listy sebagai sekretaris, dan Nina Nugroho sebagai bendahara merupakan keputusan rapat pengurus FORWAN yang menekankan semangat kebersamaan dan dedikasi anggota terhadap perkembangan organisasi.
Menurut Sutrisno, FORWAN ingin memberikan apresiasi terhadap kiprah perempuan yang berkontribusi besar dalam industri hiburan. “Mereka bukan hanya ikon hiburan, tetapi juga sosok inspiratif yang menunjukkan komitmen dan keteladanan di dunia jurnalistik dan perfilman,” ujarnya. Ia berharap, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara jurnalis hiburan, pelaku industri, dan masyarakat luas.
Ketua panitia Yatti Surachman menyebut tahun ini diskusi publik akan tampil berbeda. Ia menuturkan, konsep yang diusung akan lebih ringan, menghibur, namun tetap sarat makna. “Kami ingin menghindari kesan formal yang membosankan. Diskusi tahun ini akan dikemas dengan cara yang menyenangkan agar penonton betah dan terinspirasi,” kata aktris senior yang masih aktif di layar lebar dan sinetron tersebut.
Ia menambahkan, pihak panitia dan tim kreatif FORWAN akan segera melakukan pertemuan intensif untuk menyusun format acara yang mampu menggabungkan unsur hiburan, edukasi, dan penghargaan terhadap peran perempuan. “Kami ingin acara ini tidak hanya jadi tontonan, tapi juga jadi inspirasi,” imbuhnya.
Sekretaris panitia, Ratna Listy, mengusulkan agar lokasi kegiatan lebih dekat dengan publik, misalnya di pusat perbelanjaan atau area publik terbuka. Menurutnya, pendekatan ini akan membuat acara lebih inklusif dan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat. “Kami ingin suasana yang lebih akrab dan membumi, agar pesan acara ini sampai ke semua kalangan,” ungkapnya.
Sementara bendahara panitia, Nina Nugroho, mendukung ide keterlibatan anak-anak dalam kegiatan pendukung acara, seperti lomba seni atau mini konser. Hal ini dinilai dapat menghadirkan suasana kekeluargaan sekaligus menarik perhatian masyarakat untuk ikut serta.
Diskusi tahunan ini menjadi bagian dari tradisi FORWAN dalam memberikan ruang bagi perempuan kreatif dan tangguh di industri hiburan. Melalui kegiatan ini, FORWAN terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem hiburan yang sehat, inklusif, dan apresiatif terhadap peran perempuan di dunia musik dan film Indonesia. san/*







