KOTA SERANG, KONSEPNEWS – Program zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Banten kembali membawa dampak nyata bagi masyarakat. Melalui Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Baznas, pemerintah menebus ijazah milik Kevin Ananda, pemuda 20 tahun asal Cipondoh yang ijazah SMK-nya tertahan karena sisa tunggakan sebesar Rp7,5 juta. Penyerahan ijazah dilakukan di SMKS Bangun Nusantara, menandai berakhirnya penantian dua tahun Kevin untuk memiliki dokumen penting dalam melamar pekerjaan.
Bagi Kevin, ijazah tertahan bukan sekadar masalah administratif, melainkan hambatan besar yang membuatnya gagal berkali-kali dalam proses rekrutmen. Meski pernah lolos seleksi awal, ia selalu gugur saat diminta menunjukkan ijazah asli. Kondisi ini membuatnya tertekan dan bingung bagaimana membantu ekonomi keluarganya sebagai anak buruh harian lepas.
UPZ Baznas Banten hadir sebagai solusi setelah mendalami kondisi keluarga Kevin. Dana zakat yang dikelola Biro Kesra Setda Banten kemudian digunakan untuk melunasi sisa pembayaran sehingga ijazah dapat diambil. “Alhamdulillah, ijazah Kevin sudah bisa ditebus,” ujar Rona Apriyana, perwakilan UPZ Baznas Banten yang mendampingi langsung proses penyerahan.
Rona menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan warga tetap mendapatkan akses pendidikan dan peluang kerja. “Ini wujud kasih sayang dan kepedulian pemerintah daerah agar Kevin bisa melanjutkan hidup dan kembali memiliki kesempatan mencari pekerjaan,” katanya. Ia berharap kebijakan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Pihak sekolah sebelumnya telah memberikan keringanan pembayaran, namun keluarga Kevin tetap tak mampu melunasinya. Intervensi Pemprov Banten menjadi titik penyelesaian yang selama ini ditunggu keluarga. Tindakan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan lembaga zakat mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan sosial masyarakat.
Kevin terlihat sangat bersyukur saat menerima ijazahnya untuk pertama kali sejak lulus pada 2023. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah. “Terima kasih Pemprov Banten sudah bantu,” ujarnya. Ia berharap setelah ini bisa segera melamar pekerjaan dan mengurangi beban orang tuanya.
Keluarga Kevin mengaku lega karena beban biaya yang sulit dipenuhi kini terbantu. Sebagai buruh harian lepas, pendapatan keluarga sangat tidak stabil, sehingga tunggakan sebesar itu nyaris mustahil dilunasi tanpa bantuan. Dengan ijazah yang kini sudah di tangan, masa depan Kevin terbuka lebih luas.
Kisah ini kembali menegaskan pentingnya program zakat ASN yang tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga memberikan dampak besar pada mobilitas sosial anak muda. UPZ Baznas berharap penebusan ijazah tidak berhenti pada satu kasus, melainkan menjadi gerakan yang secara konsisten menyasar pelajar kurang mampu di Banten. Untuk Kevin, hari itu menjadi awal perjalanan baru menuju kemandirian ekonomi. san/*





