Digitalisasi Warteg Warmo Tebet, Dari Tunai ke QRIS

by
foto dok. dana
foto dok. dana

JAKARTA, KONSEPNEWS – Di balik ramainya pelanggan Warteg Warmo Tebet, tantangan operasional sempat menjadi persoalan serius. Pada awal pengelolaannya, seluruh transaksi masih mengandalkan pembayaran tunai dan pencatatan manual, metode yang selama bertahun-tahun digunakan namun menyimpan banyak risiko ketika volume transaksi semakin padat.

Iman, pengelola Warteg Warmo, mengakui bahwa pencatatan manual kerap menimbulkan selisih antara uang yang diterima dan pembukuan. Ketika jam makan siang dan malam tiba, pencatatan sering tidak akurat, sementara persoalan kembalian menjadi kendala tambahan yang menyita waktu karyawan.

Kondisi tersebut mendorong Iman untuk mulai membuka diri pada solusi digital. Ia melakukan riset mandiri dengan membaca ulasan, menyimak pengalaman pelaku usaha lain, hingga berdiskusi dengan rekan sesama UMKM sebelum akhirnya memutuskan menggunakan layanan DANA Bisnis sebagai sistem pembayaran digital.

Keputusan itu diambil dengan pertimbangan matang. Laporan keuangan real-time, biaya Merchant Discount Rate yang kompetitif, serta proses pendaftaran yang cepat menjadi faktor utama yang membuat DANA Bisnis dinilai sesuai dengan kebutuhan Warteg Warmo yang memiliki transaksi tinggi setiap harinya.

Sejak menggunakan pembayaran digital berbasis QRIS, operasional Warteg Warmo menjadi jauh lebih tertata. Setiap transaksi tercatat otomatis, mengurangi risiko kesalahan pencatatan dan memudahkan pemantauan pemasukan tanpa perlu rekap manual di akhir hari atau akhir bulan.

Akses laporan secara real-time memberikan visibilitas penuh terhadap performa usaha. Bagi Iman, data ini bukan sekadar angka, tetapi dasar penting untuk mengambil keputusan dan menyusun strategi pengembangan usaha ke depan.

Di sisi lain, pelanggan juga merasakan dampaknya. Proses pembayaran menjadi lebih cepat dan praktis, terutama di jam sibuk, tanpa harus menunggu kembalian. Efisiensi ini turut meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan makan di Warteg Warmo.

Dengan sistem yang lebih rapi, Iman kini mulai memikirkan langkah ekspansi. Impian membuka cabang dan mengembangkan Warteg Warmo sebagai franchise terasa lebih realistis karena beban administratif dapat ditekan melalui digitalisasi.

Bagi Iman, teknologi bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk memperkuat fondasi usaha. Ia pun mendorong pelaku UMKM lain agar tidak menunggu besar untuk beralih ke sistem digital, karena kerapian dan efisiensi justru menjadi kunci agar usaha bisa bertumbuh secara berkelanjutan. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.