KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Dunia kuliner Kota Tangerang kembali diramaikan dengan kehadiran Sego Tempong Negoro yang resmi membuka cabang ke-7 di kawasan Sukasari. Restoran yang mengusung cita rasa pedas khas Banyuwangi ini hadir dengan konsep harga terjangkau, menyasar semua kalangan pecinta kuliner Nusantara.
Cabang terbaru ini dibangun atas kolaborasi tiga sosok dari latar belakang berbeda, yakni Chef King Abdi jebolan MasterChef Indonesia, artis lintas generasi Vicky Nitinegoro, serta Valentino Ivan sebagai mitra bisnis. Ketiganya sepakat membawa misi besar untuk mengangkat martabat kuliner Indonesia, khususnya masakan khas Banyuwangi, agar semakin dikenal luas.
“Kami bertiga sepakat ingin mengangkat masakan Indonesia agar lebih dikenal luas. Nah, King Abdi ini juara sambal tempong di ajang MasterChef dan rasanya benar-benar khas Banyuwangi. Dari situ, kita sepakat membuka resto dengan racikan asli Banyuwangi,” ujar Valentino Ivan saat pembukaan.
Nama “Sego Tempong Negoro” sendiri sarat makna. Sego berarti nasi, tempong merujuk pada sambal khas Banyuwangi yang terkenal pedas dan segar, sementara Negoro diambil dari nama belakang Vicky Nitinegoro. Filosofi ini menjadi identitas kuat yang menegaskan komitmen mereka menjaga autentisitas rasa.
Beragam menu khas Banyuwangi dihadirkan, mulai dari ayam lengket sambal batuk, sambal tempong asli Banyuwangi, paru jembel, hingga cumi hitam. Seluruh bahan diolah menggunakan rempah pilihan dengan teknik masak tradisional untuk mempertahankan rasa otentik.
“Sambal batuk ini unik. Namanya muncul karena waktu pertama kali kami coba, semua orang batuk karena pedasnya. Tapi itu yang bikin nagih,” ungkap Ivan, menggambarkan sensasi pedas yang menjadi daya tarik utama.
Tak hanya mengandalkan rasa, Sego Tempong Negoro juga menawarkan harga yang sangat ramah di kantong, mulai dari Rp10 ribu. Konsep harga “merakyat” ini dihadirkan agar kuliner khas daerah dapat dinikmati berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda, keluarga, hingga pekerja kantoran.
“Kita ingin makanan Indonesia tetap punya kualitas tapi bisa dinikmati semua kalangan. Dari anak muda, keluarga, sampai masyarakat umum bisa makan enak tanpa harus mahal,” tambahnya.
Kehadiran resto ini semakin memperkaya ragam kuliner Kota Tangerang, khususnya di kawasan Sukasari yang lokasinya tak jauh dari Pasar Lama, ikon wisata kuliner setempat. Ivan menilai, meski Tangerang dikenal sebagai kota kuliner, masakan khas Banyuwangi sebelumnya belum banyak hadir di wilayah tersebut.
Selain melayani makan di tempat, Sego Tempong Negoro juga telah tersedia di berbagai platform pesan antar seperti GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood. Dengan ekspansi ini, mereka berharap dapat menjadi bagian dari geliat ekonomi kreatif sekaligus memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai destinasi wisata kuliner yang beragam dan inklusif. san/*





