Digitalisasi Jadi Kunci Sukses UMKM Laundry di Era Serba Online

by
foto dok. dana
foto dok. dana

JAKARTA, KONSEPNEWS – Transformasi digital menjadi kunci keberlanjutan bisnis laundry di tengah kompetisi UMKM yang semakin ketat. Perubahan perilaku pelanggan yang serba cepat dan digital memaksa pelaku usaha beradaptasi, mulai dari promosi, pencatatan transaksi, hingga pengelolaan arus kas harian. Tanpa langkah ini, operasional mudah keteteran karena transaksi kecil namun intens.

Bagi banyak pemilik laundry, masalah klasik seperti pembayaran bercampur dengan uang pribadi dan pencatatan manual yang tercecer masih sering terjadi. Kondisi ini menyulitkan pengusaha membaca ritme usaha—kapan ramai, kapan sepi, dan kapan perlu menekan pengeluaran.

Muhammad Irfan belajar dari pengalaman tersebut saat mengelola Mau Laundry. Di awal usaha, ia lebih banyak mengandalkan ingatan untuk memperkirakan pemasukan. Dampaknya, pengaturan pengeluaran kerap meleset. Digitalisasi menjadi titik balik ketika ia mulai memanfaatkan QRIS dan DANA Bisnis.

Melalui pembayaran nontunai QRIS, pelanggan dapat membayar tepat sesuai tagihan tanpa risiko kekurangan kembalian. Setiap transaksi tercatat otomatis, membantu Irfan memastikan cucian dibayar sebelum diambil. Transparansi ini mempercepat layanan dan meningkatkan disiplin pembayaran.

Keunggulan lain adalah perputaran arus kas yang lebih cepat. Saldo dari pembayaran pelanggan bisa langsung digunakan untuk membeli kebutuhan operasional seperti deterjen dan plastik laundry melalui DANA, tanpa harus menunggu proses transfer antar rekening. Efisiensi ini penting bagi bisnis laundry yang sangat bergantung pada cash flow harian.

Selain itu, pemisahan akun usaha dari akun pribadi membantu arus kas lebih terkendali. Irfan tidak perlu lagi memilah uang manual, karena jalur uang usaha sudah tercatat jelas. Data transaksi di ponsel memberinya gambaran konkret tentang kondisi usaha setiap hari.

“Dengan DANA, saya bisa memantau transaksi langsung dari ponsel dan memahami ritme usaha saya. Keputusan jadi berdasarkan data, bukan rasa khawatir,” ungkap Irfan. Pendekatan berbasis data ini membuat operasional lebih stabil, terutama di hari-hari paling ramai.

Kini, Mau Laundry berkembang di Jakarta Timur dan Bekasi serta mulai membuka peluang franchise. Kisah ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM laundry tidak harus rumit. Cukup mulai dari visibilitas online, pembayaran QRIS, hingga pencatatan digital, bisnis bisa lebih rapi, efisien, dan siap bersaing di era ekonomi digital Indonesia. ich

No More Posts Available.

No more pages to load.