JAKARTA, KONSEPNEWS – Nuanu Creative City kembali menghadirkan program inovatif dalam ekosistem seni dengan pameran Semburat Bali di Labyrinth Art Gallery. Pameran ini menyoroti karya seniman perempuan Wicitra Pradnyaratih dan Sarita Ibnoe, yang menampilkan refleksi pengalaman hidup, lingkungan, dan peran perempuan dalam masyarakat.
Ida Ayu Astari Prada, Director of Brand and Communications Nuanu, menekankan pentingnya perspektif perempuan dalam ekosistem kreatif. “Seniman perempuan membawa sudut pandang unik dan pengalaman hidup yang membuat ekosistem seni lebih hidup dan relevan,” ujar Ida.
Karya Wicitra seperti Tideglow dan Midnight Bloom memadukan medium digital dan lukisan akrilik, menekankan hubungan antara alam, warna, dan suara. “Keberadaan platform yang memberi ruang bagi seniman untuk menampilkan karya dan berdialog dengan publik sangat penting,” kata Wicitra Pradnyaratih.
Sementara Sarita Ibnoe menekankan peran perempuan dalam membangun komunitas seni. Karya Resistance yang dipamerkan merefleksikan gelombang gerakan resistensi di Jakarta, menekankan solidaritas dan kekuatan kolektif masyarakat. “Ruang seperti ini penting untuk membangun komunitas di antara seniman, untuk berbagi cerita dan saling mendukung,” ujar Sarita.
Samuel David, Gallery Manager Labyrinth Art Gallery, menambahkan bahwa Nuanu berkomitmen menghadirkan ruang yang inklusif, memungkinkan seniman dari berbagai latar belakang menampilkan perspektif mereka. “Galeri ini bukan hanya tempat memamerkan karya, tetapi ruang membangun percakapan yang relevan dengan dinamika masyarakat,” jelas Samuel.
Dengan program-program kreatifnya, Nuanu menunjukkan bahwa seni bukan hanya tentang visual, tetapi juga dialog, kolaborasi, dan transfer pengetahuan antara seniman dan publik. Hal ini memungkinkan perspektif perempuan menjadi lebih terdengar dan memberi kontribusi nyata terhadap ekosistem seni Indonesia.
Pameran Semburat Bali akan berlangsung hingga 22 Maret 2026, menawarkan pengalaman artistik yang memadukan estetika visual, refleksi sosial, dan narasi personal dari seniman perempuan, sekaligus membuka ruang dialog bagi masyarakat yang ingin memahami lebih dalam kontribusi perempuan di dunia seni. san/*






