KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Pemerintah Kota Tangerang mempercepat realisasi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah sebagai langkah antisipatif menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan ini diambil untuk memastikan masyarakat yang tinggal di hunian tidak layak segera mendapatkan perlindungan yang lebih aman.
Langkah percepatan ini menjadi respons atas kondisi di lapangan yang menunjukkan masih banyak rumah warga berada dalam kondisi rentan, terutama saat intensitas hujan tinggi dan angin kencang. Pemkot Tangerang menilai, penanganan cepat menjadi kunci untuk meminimalisir risiko kerusakan yang lebih parah maupun potensi bahaya bagi penghuni.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang, Decky Priambodo, menuturkan bahwa pemerintah telah menetapkan sebanyak 100 penerima manfaat pada tahap pertama program bedah rumah tahun ini.
“Kalau tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya karena melihat kondisinya di lapangan banyak rumah yang harus mendapatkan penanganan secepatnya di tengah ancaman cuaca ekstrem beberapa waktu terakhir. Jadi tahun ini kita coba melakukan percepatan tanpa harus menunggu secara keseluruhan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Decky.
Ia menjelaskan, percepatan ini juga menjadi bagian dari strategi adaptasi pemerintah daerah terhadap perubahan cuaca yang semakin tidak menentu. Dengan demikian, program bedah rumah tidak hanya berfungsi sebagai peningkatan kualitas hunian, tetapi juga sebagai langkah mitigasi bencana skala lokal.
Selain itu, Pemkot Tangerang memastikan bahwa proses pelaksanaan program tetap memperhatikan aspek kualitas pembangunan. Setiap rumah yang diperbaiki akan melalui tahapan verifikasi teknis agar hasilnya benar-benar layak huni dan mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Program RTLH sendiri selama ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah. Dengan adanya percepatan ini, diharapkan manfaat program dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat untuk turut aktif melaporkan kondisi rumah tidak layak huni di lingkungan masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan program.
Ke depan, percepatan program bedah rumah ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, sekaligus memperkuat ketahanan permukiman di Kota Tangerang secara berkelanjutan. san/*







