Petahana vs Penantang, Perebutan Kursi Ketua PMI Jakarta Timur Mengerucut Dua Nama

by
foto dok. pmi jakarta timur
foto dok. pmi jakarta timur

JAKARTA, KONSEPNEWS – Dinamika pemilihan Ketua PMI Kota Jakarta Timur periode 2026–2031 semakin mengerucut setelah panitia penjaringan menetapkan hanya dua kandidat yang berhak melaju ke tahap Musyawarah Kota. Situasi ini membuka persaingan antara petahana dan penantang dengan latar belakang pengalaman berbeda.

Ketua Panitia Penjaringan dan Verifikasi, Rasminto, menegaskan bahwa proses seleksi telah dilakukan secara objektif dan mengacu pada aturan organisasi yang berlaku. Dari tiga pendaftar, hanya dua yang dinyatakan lolos verifikasi.

“Dari hasil pemeriksaan dan verifikasi berkas pendaftaran, terdapat dua bakal calon yang memenuhi syarat,” kata Rasminto, merujuk pada nama H.R. Krisdianto dan Bambang Aldryan Pamungkas.

Ia menambahkan, proses verifikasi tidak hanya mencakup kelengkapan administrasi, tetapi juga pemenuhan dukungan minimal dari pemilik hak suara dalam organisasi. Hal ini menjadi bagian dari mekanisme demokratis dalam tubuh PMI.

Rasminto menjelaskan bahwa Bambang Aldryan Pamungkas berhasil memenuhi syarat dukungan minimal 20 persen, sementara petahana memiliki keistimewaan tersendiri sesuai aturan AD/ART yang tidak mengharuskannya mengumpulkan dukungan untuk kembali maju.

Dengan latar belakang sebagai Ketua Bidang Relawan PMI Jakarta Timur, Bambang dinilai memiliki pengalaman lapangan yang kuat. Sementara Krisdianto sebagai petahana membawa rekam jejak kepemimpinan yang sudah teruji dalam menjalankan program organisasi.

Musyawarah Kota yang akan digelar pada 16 April 2026 dipandang sebagai momentum strategis dalam menentukan arah kebijakan PMI Jakarta Timur ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.

“Forum Muskot sendiri merupakan agenda penting dalam organisasi PMI untuk menentukan arah kebijakan sekaligus memilih kepemimpinan baru secara demokratis,” jelas Rasminto.

Ia pun menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam seluruh tahapan proses ini, guna menjaga kepercayaan publik terhadap organisasi kemanusiaan tersebut.

“Kita berharap kepemimpinan PMI ke depan berjalan kredibel dan dapat dipercaya masyarakat,” pungkasnya. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.