JAKARTA, KONSEPNEWS – Memasuki fase empty nest syndrome tidak hanya menuntut kesiapan mental dan kesehatan, tetapi juga kesiapan finansial. Ketika anak-anak mulai hidup mandiri, banyak orang tua memasuki periode baru yang membutuhkan perencanaan keuangan yang lebih matang.
Seiring bertambahnya usia, risiko kesehatan biasanya meningkat. Di sisi lain, biaya perawatan medis dan pengobatan juga terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Kondisi tersebut membuat perlindungan kesehatan dan jiwa menjadi bagian penting dalam perencanaan hidup. Kehadiran asuransi kesehatan dapat membantu keluarga menghadapi risiko biaya pengobatan yang tidak terduga.
Selain itu, asuransi jiwa juga memberikan perlindungan finansial bagi pasangan atau anggota keluarga apabila terjadi risiko meninggal dunia. Dengan demikian, stabilitas ekonomi keluarga dapat tetap terjaga.
Menurut IFG Life, perlindungan finansial yang baik akan membantu masyarakat lebih fokus menjalani kehidupan tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap risiko yang mungkin muncul di masa depan.
Direktur Bisnis Individu IFG Life, Fabiola Noralita, menegaskan bahwa perlindungan bukan hanya berbicara mengenai manfaat saat terjadi risiko, tetapi juga menciptakan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Pada akhirnya, tujuan perlindungan bukan hanya memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga membantu masyarakat menjalani hidup dengan lebih tenang dan fokus pada hal-hal yang benar-benar bermakna,” ujar Fabiola.
Melalui pendekatan perlindungan yang komprehensif, masyarakat diharapkan dapat menghadapi fase empty nest dengan lebih percaya diri sekaligus mempersiapkan masa depan yang sehat, aman, dan sejahtera. san/*






