JAKARTA, KONSEPNEWS – Kolaborasi terbaru bertajuk “Dopamine (Bukan Haluuu)” tidak hanya menjadi ajang pertemuan tiga musisi, tetapi juga memperlihatkan sinergi dua produser musik elektronik dengan karakter yang berbeda. Roni Joni dan Rycko Ria menghadirkan kombinasi energi elektronik modern dan sentuhan breakbeat yang menjadi identitas masing-masing.
Nama Roni Joni dikenal luas melalui berbagai remix dan edit musik yang banyak beredar di platform digital. Gaya produksinya yang enerjik membuat karyanya memiliki basis pendengar yang terus berkembang.
Sementara itu, Rycko Ria memiliki karakter yang lebih kuat pada musik breakbeat. Ia aktif membangun komunitas pendengar melalui berbagai rilisan independen dan kolaborasi lintas negara di platform digital.
Dalam proyek “Dopamine (Bukan Haluuu)”, keduanya mencoba menyatukan dua pendekatan musik tersebut menjadi satu identitas yang lebih luas dan mudah diterima berbagai kalangan.
“Kami ingin menghadirkan lagu yang bisa dinikmati oleh pendengar elektronik sekaligus mereka yang biasa mendengarkan musik pop,” ujar Rycko Ria.
Menurutnya, proses produksi berlangsung cukup intens karena masing-masing memiliki karakter musik yang kuat. Namun perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan utama dalam membentuk identitas lagu.
“Perbedaan referensi musik justru membuat proses kreatif menjadi lebih menarik. Kami saling melengkapi satu sama lain,” katanya.
Kolaborasi tersebut semakin lengkap dengan hadirnya Naomi Ivo yang memberikan sentuhan vokal dan emosi pada lagu. Kehadiran Naomi membuat komposisi musik tidak hanya fokus pada beat, tetapi juga memiliki unsur cerita yang kuat.
Dengan semakin berkembangnya tren kolaborasi lintas genre, “Dopamine (Bukan Haluuu)” diprediksi menjadi salah satu karya yang menunjukkan bagaimana musik elektronik Indonesia terus berevolusi dan menjangkau audiens yang lebih luas. san/*





