KABUPATEN BEKASI, KONSEPNEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) bergerak cepat membantu warga terdampak kekeringan di Kampung Cihanjuang, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bantuan air bersih dan sarana penampungan air disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau panjang.
Bantuan yang diberikan berupa 20.000 liter air bersih, dua unit tandon berkapasitas 5.000 liter, dua unit tandon berkapasitas 2.000 liter, sebanyak 200 jeriken, serta 100 ember yang akan digunakan warga untuk menampung dan mengelola kebutuhan air sehari-hari.
Dalam proses pendistribusian bantuan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Endin Samsudin turun langsung bersama Camat Cibarusah, unsur TNI dan Polri, perwakilan PMI Pusat, PMI Kabupaten Bekasi, BPBD Kabupaten Bekasi, serta Pemerintah Desa Ridogalih.
Endin Samsudin mengatakan, dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Bekasi sejak akhir Juni 2026. Hingga pertengahan Juli, sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
“Dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, terdapat empat kecamatan yang terdampak kekeringan. Dampak paling dirasakan berada di wilayah selatan, yakni Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, dan Serang Baru, serta satu kecamatan di wilayah utara. Seluruh wilayah tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ujar Endin.
Menurutnya, penanganan bencana kekeringan tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga membutuhkan kerja sama berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, PMI, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga sektor swasta.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PMI Pusat yang telah membantu menyediakan sarana penampungan air berupa tandon yang ditempatkan di sejumlah titik strategis agar distribusi air bersih kepada masyarakat berjalan lebih efektif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Pusat yang telah memberikan bantuan. Untuk suplai air bersih, kami bekerja sama dengan Perumda Tirta Bhagasasi melalui PMI Kabupaten Bekasi sehingga penyaluran kepada masyarakat dapat dilakukan secara rutin, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan,” jelasnya.
Selain penanganan darurat, Pemkab Bekasi juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan. Salah satunya dengan memperluas jaringan pipa Perumda Tirta Bhagasasi agar layanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Endin menjelaskan, di Desa Ridogalih, jaringan air bersih saat ini telah menjangkau Dusun I dan Dusun II. Sementara untuk Dusun III masih menjadi prioritas pengembangan pelayanan.
“Ke depan kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan melalui optimalisasi jaringan perpipaan sehingga persoalan kekeringan tidak lagi menjadi kendala setiap musim kemarau,” ungkapnya.
Bantuan air bersih yang diberikan saat ini diharapkan mampu membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus memperkuat kolaborasi dengan PMI, BPBD, pemerintah desa, serta dunia usaha agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tutup Endin.
Melalui sinergi berbagai pihak, Pemkab Bekasi berharap dampak musim kemarau dapat ditekan dan masyarakat di wilayah terdampak tetap mendapatkan akses air bersih secara layak hingga kondisi kembali normal. san/*






