JAKARTA, KONSEPNEWS — Pemantau Kinerja Aparatur untuk Keadilan Rakyat (PAKAR) mendukung program Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dalam memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di wilayah Sumbar.
Langkah tegas Kapolda yang menerapkan prinsip *Zero Tolerance*, atau yang tidak memberi ampun pada segala bentuk pelanggaran penyalahgunaan maupun peredaran narkoba kepada anggotanya mendapat apresiasi dari Ketua PAKAR, Ikhwan Andi Aziz.
“Ini bukan sekadar pernyataan, tetapi terlihat dari langkah nyata di lapangan. Pengungkapan 43 kasus dengan 51 tersangka serta penyitaan lebih dari 1 kilogram sabu, 124 kilogram ganja dan 201 butir ekstasi menunjukkan kesungguhan Polda Sumbar dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” kata Ikhwan dalam siaran persnya, Jumat (21/8/26) .
Ikhwan Azis menilai keberanian pimpinan untuk menindak jaringan narkoba sekaligus membersihkan internal kepolisian merupakan bentuk kepemimpinan yang patut diapresiasi.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial dan membutuhkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.
“Narkotika masih menjadi ancaman yang sangat serius bagi masyarakat Sumatera Barat. Mari kita jadikan pemberantasan narkoba sebagai tanggung jawab bersama, jaga generasi muda dan putus mata rantai peredaran narkoba,” tegas Djati.
Dalam periode 1 Juli hingga 10 Agustus 2026, Polda Sumbar mengungkap 43 kasus dengan 51 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sekitar 1,046 kilogram sabu, 124 kilogram ganja dan 201 butir ekstasi. Barang bukti tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 47.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Menurut Ikhwan, capaian tersebut memperlihatkan bahwa komitmen *zero tolerance* Kapolda tidak berhenti pada penindakan, tetapi juga diarahkan untuk menyelamatkan generasi muda.
“Ketegasan seperti ini penting. Tidak boleh ada ruang bagi narkoba. Siapa pun yang terlibat harus ditindak. PAKAR mengapresiasi komitmen Kapolda Sumbar yang menjadikan keselamatan generasi muda sebagai prioritas,” ujarnya.
Ia berharap langkah represif tersebut terus diperkuat dengan pencegahan melalui edukasi, pemetaan wilayah rawan, patroli serta sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, BNN, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat.
“Pemberantasan narkoba membutuhkan konsistensi. Kami berharap komitmen *zero tolerance* ini terus dijaga hingga Sumatera Barat benar-benar semakin aman dan bebas dari narkoba,” kata Ikhwan.
Zan







