KABUPATEN PANDEGLANG, KONSEPNEWS – Sebanyak 68 siswa kelas XI jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMKN 2 Pandeglang mengikuti pelatihan Teaching Factory (TEFA) bersama Bogasari Baking Center (BBC). Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (3-4/9/2026).
Pelatihan digelar setelah SMKN 2 Pandeglang resmi menjalin kerja sama dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
Selain 68 siswa, pelatihan juga diikuti 14 guru. Mereka mendapatkan pembekalan dari baker senior Bogasari Baking Center, Irvan Indrayana.

Enam resep cookies diajarkan dalam pelatihan tersebut, yakni Chocolate Chip Cookies, Kaastangels, Nastar Spesial, Lidah Kucing Cokelat Keju, Putri Salju, dan Red Velvet Soft Cookies.
Keenam produk dipilih sesuai kebutuhan TEFA SMKN 2 Pandeglang yang tengah mempersiapkan pembuatan dan penjualan produk untuk momentum Lebaran 2027.
Irvan mengatakan, pelatihan tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan produk, tetapi juga membekali siswa dan guru dengan pengetahuan yang berkaitan dengan proses produksi dan bisnis.

“Makanya kami tidak hanya mengajarkan praktik pembuatan, tapi juga pengetahuan teori yang sangat detail, mulai dari spesifikasi dan kandungan gizi karena terigu Bogasari sudah wajib fortifikasi sejak tahun 2001, sampai dengan cara perhitungan keuntungan atau harga pokok penjualan (HPP) kepada para siswa dan guru,” jelas Irvan.
Pembekalan mengenai perhitungan HPP diharapkan membuat siswa memahami bahwa keterampilan membuat produk harus diikuti kemampuan menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen Bogasari untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja sekaligus memiliki kemampuan membuka usaha secara mandiri.

Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang Rohmatul Fajri menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan dari Bogasari dapat menjadi bekal penting bagi guru dan siswa dalam mengembangkan TEFA di sekolah.
“Jadi serap ilmu sebanyak-banyaknya dari Bogasari selama pelatihan dua hari ini dan sesi berikutnya. Tidak hanya siswa, tapi terutama lagi para guru agar bisa digunakan dalam pengembangan pengajaran buat siswa lainnya di generasi berikutnya,” ucap Rohmatul.
SMKN 2 Pandeglang yang baru ditetapkan sebagai TEFA juga ditargetkan berkembang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Karena itu, kerja sama dengan dunia industri dinilai penting untuk memperkuat proses pembelajaran berbasis praktik dan kewirausahaan. san/*







