KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Kue gabin yang dikenal sebagai camilan klasik kini hadir dengan beragam pilihan rasa. Di Kota Tangerang, Dapur Ana Spesialis Gabin berhasil mengembangkan camilan tersebut menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diminati masyarakat, khususnya di kawasan Perumahan Taman Cibodas dan sekitarnya.
Usaha milik Ana ini mulai dirintis pada awal 2023. Menariknya, ide bisnis tersebut berawal dari kebiasaan sederhana, yakni membuat kue gabin sebagai bekal untuk anaknya saat mengikuti kegiatan jalan-jalan sekolah.
Respons positif dari anak-anak dan para orang tua murid kemudian mendorong Ana untuk mengembangkan hobinya menjadi usaha yang menghasilkan.
“Awalnya buat camilan anak dan teman-temannya saat acara jalan-jalan sekolah. Ternyata banyak yang suka dan bertanya beli di mana. Dari situ mulai ada pesanan 5 sampai 10 piece, hingga akhirnya berkembang lewat promosi mulut ke mulut untuk berbagai acara seperti pengajian, arisan, akikah, hingga seserahan,” ujar Ana.
Kini, Dapur Ana menawarkan hingga 10 varian rasa yang dapat dipilih sesuai selera konsumen. Pilihannya meliputi tape, ubi ungu, cokelat, keju, matcha, pandan, kacang hijau, ragout, keju lumer, dan durian.
Dari berbagai pilihan tersebut, gabin tape original menjadi produk yang paling banyak diminati pelanggan. Varian ubi ungu dan durian juga mendapat respons positif dari konsumen.
Salah satu keunggulan produk Dapur Ana terletak pada penggunaan bahan alami tanpa pewarna dan pengawet. Proses pengolahan bahan juga dilakukan untuk menjaga cita rasa setiap varian.
“Keunggulan kita itu buatnya tanpa pewarna dan tanpa pengawet. Bahannya alami, kayak varian pandan itu emang dari daun pandan asli, terus kacang hijau juga diolah dulu seperti buat bubur. Isiannya juga lebih tebal,” kata Ana.
Untuk menjaga kualitas, Dapur Ana menerapkan sistem produksi fresh by order atau pembuatan berdasarkan pesanan. Proses pengolahan hingga penyajian membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam.
Adonan biasanya disiapkan pada malam hari, kemudian digoreng pada subuh hari sebelum didistribusikan kepada pelanggan. Cara tersebut dilakukan untuk menjaga kesegaran dan kerenyahan gabin saat diterima konsumen.
Dari sisi produksi, gabin tape dapat dibuat hingga 100 potong per hari, sedangkan varian ubi ungu mencapai sekitar 40 potong. Varian lainnya diproduksi berdasarkan pesanan melalui sistem pre-order.
“Untuk produksi harian, varian tape bisa sampai 100 piece, kalau ubi ungu sekitar 40 piece. Varian lainnya kita buat berdasarkan pesanan pre-order. Pemasarannya sendiri sudah masuk ke delapan tempat, ada di Pasar Kue Subuh area Taman Cibodas sama kita titip di enam warung,” paparnya.
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni mulai Rp3.500 hingga Rp6.000 per potong, bergantung pada ukuran dan varian rasa. Dengan pilihan tersebut, gabin Dapur Ana dapat menjadi camilan sehari-hari maupun sajian untuk berbagai acara keluarga.
Bagi masyarakat yang ingin memesan, Dapur Ana Spesialis Gabin dapat dihubungi melalui WhatsApp 0852-8349-3239. Informasi produk juga tersedia melalui Instagram @septaanna dan TikTok @dapur.anna.spesia.
Perjalanan Dapur Ana menunjukkan bahwa ide usaha dapat tumbuh dari kebutuhan sederhana di lingkungan keluarga. Dengan menjaga kualitas bahan, menghadirkan variasi rasa, dan mengandalkan promosi dari pelanggan, Ana terus mengembangkan gabin sebagai produk UMKM lokal yang memiliki daya tarik tersendiri di Kota Tangerang. san/*





