KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Keberhasilan Pemerintah Kota Tangerang menjaga inflasi di level 2,55 persen hingga Desember 2025 mencerminkan ketahanan ekonomi daerah dalam menghadapi tekanan musiman. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga masih berjalan efektif meski aktivitas konsumsi masyarakat meningkat selama libur akhir tahun.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menilai dinamika inflasi yang terjadi merupakan bagian dari siklus ekonomi tahunan. Lonjakan permintaan komoditas, terutama bahan pangan, menjadi pemicu utama pergerakan indeks harga.
“Semuanya masih stabil di angka 2,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen hanya 109,18. Ini menunjukkan inflasi masih dalam kondisi terkendali,” ujar Ruta. Ia menyebut kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data BPS Kota Tangerang, inflasi selama empat bulan terakhir bergerak fluktuatif namun relatif konsisten. Pergerakan ini mencerminkan mekanisme pasar yang sehat dengan pasokan dan distribusi yang masih terjaga.
Secara month to month, inflasi Kota Tangerang tercatat naik 0,56 persen. Meski demikian, angka ini masih menjadi yang terendah dibandingkan sejumlah kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten.
BPS Provinsi Banten mencatat inflasi Kota Tangerang berada di bawah Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang. Perbandingan tersebut memperkuat posisi Tangerang sebagai daerah dengan pengelolaan inflasi yang relatif baik.
Ruta menjelaskan, komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, dan daging menjadi penyumbang utama inflasi. Dari sisi nonpangan, kenaikan harga emas dan perhiasan turut memberi kontribusi terhadap pergerakan indeks.
Menurutnya, Pemkot Tangerang telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk penguatan koordinasi lintas sektor untuk menjaga pasokan dan distribusi komoditas strategis.
“Kami akan segera mengaktivasi program-program unggulan pengendalian inflasi agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu,” kata Ruta. san/*





