JAKARTA, KONSEPNEWS – Industri asuransi nasional menunjukkan daya tahan yang solid sepanjang 2025 ketika IFG Life dan Mandiri Inhealth membuktikan komitmennya melalui pembayaran klaim dan manfaat asuransi senilai Rp10,7 triliun. Lebih dari 1,1 juta peserta menerima haknya, mempertegas peran asuransi jiwa dan asuransi kesehatan sebagai instrumen perlindungan finansial yang nyata di tengah ketidakpastian ekonomi.
Secara rinci, IFG Life merealisasikan pembayaran klaim sebesar Rp6,3 triliun kepada lebih dari 480.000 peserta. Mandiri Inhealth melengkapi capaian tersebut dengan pembayaran Rp4,4 triliun. Angka ini menjadi barometer penting bagi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan asuransi yang berada dalam naungan Indonesia Financial Group (IFG).
Manajemen IFG Life menilai konsistensi pembayaran klaim merupakan refleksi kekuatan fundamental perusahaan, mulai dari manajemen risiko, kecukupan modal, hingga tata kelola perusahaan yang baik. Dalam bisnis asuransi, kemampuan memenuhi kewajiban kepada peserta adalah ujian utama kredibilitas.
Mandiri Inhealth pun menekankan pentingnya pengalaman peserta dalam setiap proses klaim asuransi kesehatan. Dengan sistem layanan yang terintegrasi dan jaringan provider yang luas, perusahaan berupaya memastikan klaim diproses secara efisien dan transparan, sehingga peserta dapat fokus pada pemulihan kesehatan.
Sinergi pasca integrasi Mandiri Inhealth ke dalam IFG pada 2024 memperkuat struktur permodalan dan kapasitas layanan. Langkah strategis ini sejalan dengan roadmap penguatan BUMN asuransi untuk menciptakan ekosistem perlindungan yang berkelanjutan dan kompetitif di tingkat nasional.
Jaringan lebih dari 8.000 provider layanan kesehatan di dalam dan luar negeri menjadi keunggulan kompetitif tersendiri. Akses luas terhadap fasilitas kesehatan memperkuat posisi Mandiri Inhealth sebagai pemain utama asuransi kesehatan komersial berbasis managed care di Indonesia.
Sebagai entitas yang berizin dan diawasi OJK, kedua perusahaan menempatkan prinsip kehati-hatian sebagai pilar utama operasional. Mandiri Inhealth bahkan telah mengantongi sertifikat SNI ISO 37001:2016 sebagai wujud penerapan sistem manajemen anti penyuapan, memperkuat integritas tata kelola perusahaan.
Bagi industri keuangan, capaian pembayaran klaim miliaran rupiah ini bukan sekadar angka, melainkan representasi stabilitas sektor asuransi nasional. Konsistensi, transparansi, dan penguatan ekosistem menjadi fondasi agar IFG Life dan Mandiri Inhealth terus menjaga kepercayaan peserta serta mendorong pertumbuhan industri asuransi Indonesia yang sehat dan berkelanjutan. san/*







