KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Kabar mengejutkan datang dari dunia bola basket Indonesia. Atlet asing asal Amerika Serikat yang memperkuat tim Tangerang Hawks di Indonesian Basketball League (IBL), Jarred Shaw, harus menerima kenyataan pahit setelah karirnya di Indonesia berakhir tragis. Shaw resmi dipecat oleh timnya dan mendapatkan sanksi larangan bermain seumur hidup dari IBL setelah tertangkap basah melakukan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja dari Thailand ke Indonesia.
Penangkapan Shaw dilakukan oleh aparat Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada hari Rabu, 14 Mei 2025. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta dalam menggagalkan upaya penyelundupan paket mencurigakan melalui terminal kargo bandara. Setelah dilakukan pemeriksaan, paket tersebut ternyata berisi 20 bungkus permen yang diduga mengandung ganja, dengan perkiraan total berat mencapai 869 gram.
Wakapolres Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Joko Sulistiono, memberikan keterangan pers terkait kasus ini. Beliau menjelaskan bahwa permen tersebut tergolong sebagai narkotika golongan I. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa Jarred Shaw membeli permen ganja tersebut dari seorang teman perempuannya di Thailand dengan harga 400 dolar Amerika Serikat. Setelah mengantongi informasi yang akurat, pihak kepolisian berhasil mengamankan Shaw di apartemennya yang berlokasi di kawasan BSD City.
Manajemen tim Tangerang Hawks memberikan respons tegas terhadap tindakan kriminal yang dilakukan oleh salah satu pemain andalannya tersebut. Melalui pernyataan resminya, manajemen menyatakan bahwa Jarred Shaw telah melakukan pelanggaran yang sangat serius terhadap etika dan kedisiplinan sebagai seorang pemain profesional. Tindakan Shaw juga dianggap melanggar secara jelas klausul kontrak yang secara tegas melarang keterlibatan pemain dalam penggunaan maupun kepemilikan obat-obatan terlarang.
“Kami menanggapi masalah ini dengan sangat serius dan sangat menyesali pelanggaran hukum yang dilakukan Jarred Shaw,” ujar Tikky Suwantikno, manajer tim Tangerang Hawks, dengan nada kecewa pada Kamis, 15 Mei 2025. Pernyataan ini menunjukkan kekecewaan mendalam dari pihak manajemen atas tindakan pemain asingnya yang mencoreng nama baik tim dan liga.
Sebagai konsekuensi atas perbuatannya, manajemen Tangerang Hawks tidak memiliki pilihan lain selain memutuskan kontrak Jarred Shaw secara sepihak. Pemutusan kontrak ini berlaku efektif sejak Shaw ditangkap oleh pihak kepolisian. Tidak hanya itu, Indonesian Basketball League (IBL) juga mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup kepada Jarred Shaw di kompetisi bola basket profesional tertinggi di Indonesia tersebut.
Kasus yang menjerat Jarred Shaw ini menambah daftar panjang atlet asing yang berurusan dengan hukum di Indonesia, khususnya terkait kasus narkotika. Peristiwa ini menjadi pengingat yang sangat kuat bagi seluruh atlet asing yang berkarier di Indonesia mengenai betapa ketatnya hukum narkotika yang berlaku di Tanah Air. Aparat penegak hukum tidak akan memberikan toleransi terhadap siapapun yang terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Kasus ini juga menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub olahraga di Indonesia untuk lebih selektif dalam merekrut pemain asing dan memberikan edukasi yang komprehensif mengenai hukum dan norma yang berlaku di Indonesia. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan demi menjaga integritas olahraga Indonesia. san/*





