JAKARTA, KONSEPNEWS – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edy Suheri memastikan pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta merupakan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang masih aktif bersekolah di sana, dan bertindak secara mandiri tanpa keterkaitan dengan jaringan terorisme.
“Sejak kejadian (ledakan), tim gabungan dari Densus 88 Anti-teror, Puslabfor Polri, Pusdokkes Polri, dan Satbrimob langsung dikerahkan untuk menangani lokasi,” kata Irjen Asep Edi saat jumpa pers, Selasa (11/11/25).
Kapolda mengatakan, tiga bom rakitan aktif berhasil dijinakkan di dua titik sekolah. Selain itu, pihaknya juga memeriksa bahan peledak untuk mengetahui jenis dan daya ledak yang digunakan.
Polisi juga melakukan penggeledahan di rumah pelaku ABH dan memeriksa terhadap 18 saksi, terdiri dari guru, siswa, korban, serta keluarga ABH.
“Berdasarkan keterangan, pelaku ABH dikenal tertutup dan tertarik pada konten kekerasan serta ideologi ekstrem,” kata Irjen Asep.
Polda Metro Jaya, kata Irjen Asep, telah mendirikan Posko Pelayanan Korban di RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi Jakarta Pusat.
“Data terakhir mencatat 96 korban, 67 luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 luka berat. Sebanyak 68 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 28 lainnya masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, termasuk RS Yarsi, RS Pertamina, dan RS Polri,” bebernya.
Kapolda menegaskan, penyidik masih mendalami hasil forensik bahan peledak dan analisis digital terhadap perangkat milik pelaku.
“Kami menyampaikan duka dan empati yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga besar SMAN 72. Pendampingan psikologis akan terus diberikan bersama HIMPSI dan tim Pusdokkes,” ujarnya.
Kapolda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.
“Situasi sudah aman dan terkendali. Mari bersama menjaga lingkungan dan anak-anak kita agar tumbuh dalam suasana aman, sehat, dan berkarakter,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, ledakan terjadi di lingkungan SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.00 WIB saat pelaksanaan salat Jumat.
Akibat peristiwa ledakan itu puluhan orang menjadi korban, para korban rata-rata siswa dari SMAN 72 Jakarta. Polisi dan TNI langsung menuju lokasi untuk menyelidiki dugaan ledakan tersebut. Zan






