KOTA BEKASI, KONSEPNEWS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kota Bekasi di tingkat internasional. Alnine Choir dari SDIA Al-Azhar 2 Kemang Pratama berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Malaysia Choral Esteddfod (MCE) yang berlangsung pada 19–24 Agustus 2026.
Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian generasi muda Kota Bekasi yang mendapat apresiasi dalam apel pagi Pemerintah Kota Bekasi. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tetapi juga dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan kepada para pelajar dan pemuda berprestasi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Alnine Choir yang mampu membawa nama sekolah sekaligus Kota Bekasi ke panggung internasional.
“Ini merupakan prestasi yang membanggakan. Siswa sekolah dasar sudah mampu membawa nama baik sekolah sekaligus mengharumkan nama Kota Bekasi di tingkat internasional. Tentunya ini menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk terus berprestasi,” ujar Tri.
Menurut Tri, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Kota Bekasi memiliki potensi besar dan mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Karena itu, ia menilai dukungan terhadap pengembangan bakat dan minat anak-anak perlu terus diperkuat. Pemerintah dan berbagai pihak diharapkan dapat memberikan ruang yang cukup agar generasi muda dapat mengembangkan kemampuan mereka.
Tak hanya di bidang seni, prestasi anak muda Kota Bekasi juga terlihat melalui ajang Pemilihan Abang Mpok Kota Bekasi 2026. Sejumlah perwakilan Kota Bekasi bahkan mampu melanjutkan prestasi hingga tingkat Provinsi Jawa Barat.
Di tingkat Jawa Barat, Muhammad Alif Alfarabi terpilih sebagai Jaka Wakil 1 Jawa Barat 2026, sementara Olivia Kezya terpilih sebagai Mojang Kamemeut Jawa Barat 2025.
Sementara di tingkat Kota Bekasi, penghargaan diberikan kepada Mandala Brawijaya sebagai Pinilih Abang Kota Bekasi 2026 dan Evi Octavia sebagai Pinilih Mpok Kota Bekasi 2026.
Berbagai capaian tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa generasi muda Bekasi tidak hanya memiliki kemampuan di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dalam seni, budaya, serta kegiatan kepemudaan.
Tri menegaskan pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Menurutnya, pemerintah juga harus menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi anak muda untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan.
“Pembangunan kota juga harus memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk berkembang. Mereka harus diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, baik di bidang seni, budaya, pendidikan maupun kepemudaan,” jelasnya.
Ia berharap prestasi generasi muda di berbagai bidang dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya membangun Kota Bekasi yang memiliki sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Bagi Tri, prestasi dan kerukunan juga memiliki keterkaitan dalam membangun karakter generasi muda. Lingkungan yang toleran dinilai dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi anak-anak untuk berkarya dan berkembang.
“Kerukunan dan prestasi harus berjalan beriringan. Kita ingin Kota Bekasi tidak hanya dikenal sebagai kota yang toleran, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan generasi muda berprestasi dan mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat internasional,” pungkas Tri. san/*






