Bogasari Perkuat Fondasi UKM dengan KIAT dan Akselerasi: Fokus pada Kebutuhan Lokal dan Inovasi Resep

by
foto dok. bogasari
foto dok. bogasari

JAKARTA, KONSEPNEWS – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Melalui program edukasi unggulan mereka, Kunci Informasi dan Teknologi (KIAT) dan Akselerasi, Bogasari berupaya memperkuat fondasi UKM makanan berbahan dasar tepung terigu dengan menyajikan materi yang relevan dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Tahun ini, target peserta mencapai 1.500 UKM, meningkat 25 persen dari tahun sebelumnya, sebuah indikasi nyata dari kepercayaan Bogasari terhadap potensi pelaku usaha kecil.

Beatrix Soediibyo, Manajer Small Medium Enterprise (SME) dan Bogasari Baking Center (BBC) Development Bogasari, mengungkapkan bahwa strategi utama program ini adalah personalisasi materi. “Untuk pemilihan materi, baik soft skill maupun resep produk, kami sesuaikan dengan permintaan para UKM di setiap daerahnya. Jadi sebisa mungkin kita berikan materi sesuai dengan kebutuhan para UKM agar tujuan dari program percepatan pengembangan UKM bisa terlaksana sebagaimana mestinya,” jelas Beatrix dalam Siaran Pers acara Akselerasi UKM Bogasari di Purwokerto. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap sesi edukasi memberikan nilai tambah maksimal bagi peserta.

Sebagai contoh konkret dari adaptasi materi, dalam pelatihan di Kota Tulungagung, Bogasari menyajikan resep Roll Cake, Pastry (Croissant), dan Cookies. Sementara itu, UKM di Kota Lhoksumawe dan Serang menerima resep yang berbeda, yaitu Martabak Manis, Bomboloni Dubai Kunafe, dan Cheese Bread Pillow. Perbedaan juga terlihat di Kota Sidoarjo, di mana selain pelatihan resep, ditambahkan materi seputar food photography. Yang terbaru, Akselerasi UKM di Kota Purwokerto fokus pada resep produk seperti Bomboloni Dubai Kunafe, Cheese Bread Pillow, dan Spicy Mi Topping Ayam Original. Keberagaman ini menunjukkan fleksibilitas Bogasari dalam merespons dinamika pasar dan preferensi konsumen di setiap daerah.

Program Akselerasi, yang saat ini telah berjalan di 11 kota, termasuk Purwokerto sebagai yang terbaru, memang dirancang dengan format hands-on atau praktik langsung. Pembatasan peserta hingga maksimal 20 UKM per kota sengaja dilakukan untuk menjamin efektivitas pelatihan. “Sengaja tetap kami batasi di angka maksimal 20 orang seperti tahun lalu, agar pemberian materi dan konsep pelatihan hands on bisa lebih efektif,” ungkap Beatrix. Hingga hari ini, total 160 UKM telah teredukasi melalui program Akselerasi di 8 kota.

Antusiasme peserta terhadap konsep hands-on ini sangat tinggi. UKM Whoody Cake, UKM Donat Asri, dan UKM Roti Manis Maizar, misalnya, menyatakan bahwa materi resep yang diajarkan oleh baker senior dari BBC langsung diterapkan di usaha mereka sebagai tambahan variasi produk. Asri, dari UKM Donat Asri, bahkan merasa mendapatkan pencerahan mengenai manfaat setiap produk terigu Bogasari, yang membantunya memilih tepung yang tepat untuk menghasilkan kue yang lebih enak. Ini membuktikan bahwa pelatihan praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta.

Selain Akselerasi, program KIAT Bogasari 2025 yang bertema “Juaranya Lensa Bisnis Istimewa” juga menawarkan pendekatan edukasi yang komprehensif. Perdana di Bukit Tinggi, program ini menarik 188 UKM secara langsung dan 50 UKM secara daring, menunjukkan bahwa Bogasari juga merangkul platform digital untuk menjangkau lebih banyak peserta. Konsep KIAT melibatkan pemberian materi dari profesional, sesi berbagi pengalaman dari UKM, dan demonstrasi pembuatan produk.

Kualitas materi juga menjadi prioritas utama. Untuk materi food photography, Bogasari menggandeng Brian D. Sumito, seorang Commercial F&B Photographer berpengalaman. Keterlibatan Brian memastikan bahwa UKM mendapatkan ilmu food photography yang praktis dan aplikatif, sesuai dengan kebutuhan pemasaran produk di era digital.

Diana Fitri, pemilik Nadifa Cake, salah satu peserta KIAT di Bukit Tinggi, merasakan langsung manfaatnya. Ia yang rela menempuh perjalanan 6-7 jam, menyatakan bahwa ilmu yang didapatkan sangat bermanfaat dan telah berhasil meningkatkan usahanya. “Sekarang materinya tentang food photography dan saya butuh karena sangat menarik sekali. Ada sesi workshop dan kita bisa melakukan foto produk kita langsung dibantu dan diarahkan oleh pembicara,” ujarnya. Ini menegaskan bahwa program edukasi Bogasari tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan hasil nyata yang dapat langsung diaplikasikan oleh para pelaku UKM untuk mengembangkan usaha mereka. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.