KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Wastra unggulan asal Kota Tangerang, Dewi Sambi, sukses menjadi magnet perhatian dalam Pameran Wastra dan Kriya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) se-Indonesia 2026 yang berlangsung di Trans Studio Mall, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Koleksi busana yang memadukan motif batik khas Banten dengan tenun dalam sentuhan desain modern membuat stan Dewi Sambi dipadati ratusan pengunjung sejak hari pertama pameran.
Mengusung konsep ready to wear, Dewi Sambi menawarkan koleksi yang memadukan nilai tradisi dengan gaya kontemporer. Perpaduan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, mulai dari pejabat, pelaku industri kreatif, hingga masyarakat umum yang mencari busana bernuansa etnik namun tetap elegan untuk berbagai kesempatan.
Owner Dewi Sambi, Uthie Minitiarto, mengatakan ciri khas tersebut menjadi kekuatan utama produknya sehingga mampu diterima oleh pasar nasional.
“Kami memang memiliki karakter wastra yang khas dengan memadukan tenun dan batik menjadi pakaian ready to wear yang diterima pasar. Banyak pejabat maupun pengunjung umum yang sengaja datang ke stan Dewi Sambi untuk mencari busana resmi dengan kualitas yang terjamin,” ujar Uthie, Jumat (10/7/2026).
Selama pameran berlangsung, antusiasme pengunjung terus meningkat. Banyak di antaranya tertarik pada kualitas material, detail motif, hingga desain eksklusif yang ditawarkan. Bahkan, sejumlah koleksi terbaru yang baru diluncurkan langsung dipesan oleh pengunjung dari berbagai daerah.
Menurut Uthie, pengalaman mengikuti berbagai pameran nasional menjadi modal penting bagi Dewi Sambi untuk terus memperkenalkan wastra Indonesia dengan tampilan yang lebih modern tanpa meninggalkan akar budaya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa wastra Indonesia tidak identik dengan kesan lama. Dengan desain yang modern dan berkualitas, produk lokal mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional. Alhamdulillah, banyak pengunjung yang tertarik dan langsung melakukan pemesanan selama pameran berlangsung,” ungkapnya.
Partisipasi Dewi Sambi dalam Pameran Wastra dan Kriya Dekranasda se-Indonesia yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 juga membawa optimisme baru. Setelah mencatat omzet lebih dari Rp100 juta pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, tahun ini Dewi Sambi berharap mampu melampaui pencapaian tersebut.
Namun, bagi Uthie, target terbesar bukan semata soal penjualan, melainkan memperkenalkan kekayaan wastra Indonesia kepada pasar yang lebih luas.
“Target kami bukan hanya soal omzet. Yang paling penting adalah membawa wastra Indonesia semakin dikenal hingga ke pentas dunia dan membuktikan bahwa karya para perajin daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing secara global,” pungkasnya. san/*







