KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Di balik maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di Tangerang Raya, tersimpan skenario rapi yang melibatkan lebih dari sekadar pelaku lapangan. Fakta mengejutkan terungkap: penadah ternyata memegang peran penting dalam mendorong dan mengatur aksi kejahatan yang telah terjadi di puluhan lokasi.
Pengungkapan ini dilakukan oleh tim gabungan Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Unit Reskrim Polsek Ciledug. Dua pelaku berhasil diamankan, yakni MS alias Boby sebagai eksekutor dan TA alias Bokir sebagai penadah yang diduga menjadi penggerak di balik layar.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, menegaskan bahwa peran penadah dalam kasus ini tidak bisa dianggap sepele. “Penadah tidak hanya membeli, tetapi juga diduga memberikan uang operasional serta mengatur skenario penjualan kendaraan hasil kejahatan,” ungkapnya.
Fakta ini membuka tabir baru bahwa kejahatan curanmor tidak lagi bersifat individual, melainkan sudah terstruktur dan memiliki sistem yang berjalan rapi. Pelaku lapangan hanya menjalankan peran, sementara distribusi dan keuntungan diatur oleh pihak lain.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku memanfaatkan celah kepercayaan sosial. Mereka mendekati korban secara personal, bahkan melalui media sosial, untuk membangun relasi sebelum akhirnya melancarkan aksinya.
“Pelaku memanfaatkan kelengahan korban dengan membangun kepercayaan. Ini yang harus diwaspadai masyarakat,” tambah Jauhari.
Barang bukti yang diamankan memperkuat dugaan adanya jaringan luas. Sepeda motor berbagai jenis, satu mobil, pelat nomor kendaraan, hingga alat komunikasi menjadi bukti bahwa aksi ini bukan kejahatan spontan.
Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Namun, polisi memastikan bahwa penyelidikan belum berhenti. Pengembangan terus dilakukan untuk membongkar jaringan yang lebih besar.
Imbauan pun kembali digaungkan kepada masyarakat. Di tengah maraknya modus kejahatan yang semakin canggih, kewaspadaan menjadi benteng utama agar tidak menjadi korban berikutnya. san/*





