KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk memperkuat komitmen membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan atlet, peningkatan fasilitas olahraga, serta penyelenggaraan kompetisi yang dapat mendorong partisipasi masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan komitmen tersebut salah satunya tercermin dari prestasi atlet pelajar Kota Tangerang yang kembali meraih gelar juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026.
Dalam ajang tersebut, kontingen Kota Tangerang berhasil mengumpulkan 106 medali emas, 75 perak, dan 84 perunggu. Selain itu, Kota Tangerang juga menjadi juara umum Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten 2026 dengan raihan 17 medali emas, 10 perak, dan tiga perunggu.
“Tak hanya itu, Kota Tangerang juga menjadi juara umum Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten 2026 dengan raihan 17 medali emas, 10 perak, dan tiga perunggu. Capaian ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga terus diarahkan secara inklusif, termasuk bagi atlet pelajar penyandang disabilitas,” ungkap Kaonang, Rabu (9/9/2026).
Pada POPDA XII Banten 2026, Kota Tangerang mengirimkan 411 atlet untuk bertanding di 26 cabang olahraga. Persiapan para atlet juga didukung oleh pelatih, asisten pelatih, manajer, dan ofisial untuk menghadapi berbagai kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan melalui Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD). Program ini diarahkan untuk mempersiapkan atlet sejak usia pelajar sehingga memiliki kemampuan, pengalaman bertanding, serta mental kompetitif.
“Penguatan pembinaan atlet juga dilakukan melalui Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD). Program tersebut menjadi bagian dari strategi menyiapkan atlet sejak usia pelajar agar memiliki kemampuan, pengalaman bertanding, dan mental kompetitif untuk melanjutkan prestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” jelas Kaonang.
Selain pembinaan atlet, Pemkot Tangerang terus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga. Saat ini terdapat 36 gedung olahraga, delapan stadion, dan 66 lapangan terbuka yang dikelola untuk menunjang aktivitas olahraga masyarakat.
Sejumlah fasilitas lainnya juga tersedia, seperti sirkuit, panjat dinding, lapangan panahan, hingga lapangan tembak. Pemkot Tangerang juga melakukan pembangunan dan perbaikan lapangan olahraga di kawasan permukiman agar masyarakat dapat berolahraga lebih dekat dari tempat tinggal.
“Pembangunan dan perbaikan lapangan olahraga di kawasan permukiman juga terus dilakukan agar masyarakat dapat berolahraga lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal. Pemanfaatan sejumlah fasilitas olahraga juga semakin mudah melalui Tangerang LIVE dengan fitur Tim Sport,” katanya.
Pengembangan olahraga di Kota Tangerang juga dilakukan melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan. Kota Tangerang aktif menjadi tuan rumah kompetisi olahraga tingkat daerah, nasional hingga internasional.
Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sport tourism. Kehadiran event olahraga turut memberikan dampak terhadap sektor ekonomi masyarakat, mulai dari UMKM, kuliner, transportasi hingga akomodasi.
Kaonang menegaskan, peringatan Haornas 2026 menjadi momentum untuk memperluas pandangan mengenai pembangunan olahraga. Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari keberlanjutan pembinaan dan semakin luasnya partisipasi masyarakat.
“Melalui Haornas 2026, Pemkot Tangerang menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak berhenti pada pencapaian medali. Pembinaan atlet usia dini, peningkatan fasilitas, kompetisi yang berkelanjutan, serta perluasan partisipasi masyarakat menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Tangerang sebagai Sport City yang sehat, aktif, inklusif dan berprestasi,” tutupnya. san/*





